Saat ini kondisi memang tidak menguntungkan buat siapa saja. Entah itu penguasa, politisi, pengusaha, aparat, mahasiswa apalagi rakyat. Hampir semua lapisan masyarakat dari semua golongan merasakan dampak perekonomian yang lesu, terutama setelah kenaikan BBM yang diberlakukan waktu lalu.
Karena menaikkan BBM penguasa makin tidak dipercaya masyarakat. Politisi dianggap gagal karena tidak bisa memperjuangkan suara rakyat. Pengusaha makin pening menyiasati biaya produksi yang membengkak dan tuntutan kenaikan upah dari serikat buruh. Aparat yang makin sibuk mengatasi gejolak sosial yang timbul. Mahasiswa makin semangat untuk berdemo memperjuangkan eksistensinya dan melalaikan studinya. Dan keadaan rakyat yang makin jauh dari kemakmuran.
Ketika semua elemen masyarakat dalam keadaan demikian yang muncul adalah sikap saling curiga. Rakyat curiga, bahwa negara dan para politisi hanya mengakali rakyatnya dan tidak benar-benar memperjuangkan aspirasinya. Penguasa dan aparat curiga kalau mahasiswa demo ditunggangi dan tidak murni keinginan mahasiswa dan tuntutan rakyat. Keadaan seperti ini tidak baik apabila dibiarkan berlarut-larut. Bangsa tidak akan sehat bila setiap elemen masyarakatnya saling curiga. Bahkan orang yang mempunyai niat berbuat baik sekalipun sekarang dicurigai dengan berbagai tuduhan dan tudingan. Bagaimana bangsa ini akan maju bila yang dikedepankan sifat saling curiga bukan semangat berkarya?
Lalu apakah kita diam dan tak mau berbuat sesuatu karena takut dicurigai? Tidak juga, justru ditengah kondisi seperti sekarang ini, masing-masing kita perlu mengembangkan sikap positif, siapa saja berbuat untuk sesama dan membuang jauh-jauh rasa saling curiga, karena dengan curiga, yang berkembang sikap iri dan dengki. Boleh saja kita iri, tapi iri yang membangun. Iri melihat negara lain yang tidak punya sumber daya alam tapi mampu menyejahterakan rakyatnya. Iri melihat negara lain yang mampu menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Iri melihat pemuda-pemudanya mencipta dan menghasilkan karya inovasi tinggi. Iri melihat hak-hak rakyat dilindungi dan dibela negara.
Alangkah bijaknya bila, mulai saat ini seluruh elemen masyarakat membuang sifat curiga. Penguasa dan aparat tidak mencurigai rakyatnya sendiri dan tidak bertindak serta berperilaku yang menyakiti hati rakyat. Rakyat pun menyerahkan pembelaan aspirasinya pada para politisinya. Demikian juga politisi benar-benar memperjuangkan suara rakyatnya bersama-sama penguasa membuat kebijakan yang tidak merugikan rakyatnya. Para mahasiswa pun tetap harus mengawal demokrasi tapi tidak dengan anarkis dan melupakan tugasnya. Sementara elemen masyarakat lain tetap berbuat dan bisa saling berlomba-lomba membuat kebajikan untuk sesama. Meringankan beban masyarakat yang makin berat karena kenaikan BBM. Hilangkan sifat curiga dan mari terus berbuat kebaikan sesuai kemampuan kita.


0 komentar:
Posting Komentar