Kamis, 16 Oktober 2008

Berbuat Tidak Biasa

SUDAH lama, lebih dari seratus tahun. Cikal bakal bangsa Indonesia mempunyai keinginan bangkit terbebaskan dari penjajahan. Akumulasi dari keinginan dan tekad yang kuat, akhirnya kepeloporan kebangkitan terwujud dalam kemerdekaan tahun 1945. Memang perlu waktu yang tak singkat untuk mewujudkan mimpi mereka, berupa kemerdekaan.

Saat itu mereka pasti berpikir dan bertindak tidak biasa, dan selalu melihat sisi-sisi positif dan peluang untuk berkembang tak hanya diam diri menerima keadaan sebagai bangsa terjajah. Wajar kalau akhirnya kemerdekaan itu terwujud, sesuai hukum alam atau bahasa agamanya sunnatullah, yang bekerjalah yang akan menuai buah usahanya.

Demikian juga saat ini yang kondisinya tidak mudah buat siapa saja. Penguasa yang pusing menghadapi tuntutan elemen masyarakat terutama mahasiswa. Atau rakyat yang juga hidupnya semakin susah menghadapi gejolak kenaikan harga-harga yang dipicu kenaikan harga BBM.

Lalu apakah kita mendiamkan keadaan ini dan membiarkan begitu saja. Padahal kitab suci telah mengajarkan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib sebuah bangsa jika bangsa tersebut tidak berusaha bekerja memperbaiki nasibnya sendiri. Disini bukan berarti Tuhan lepas tangan dan tak mau membantu hambanya, yang ada justru Tuhan sangat adil, bangsa yang bekerjalah yang akan menuai hasilnya. Sebaliknya, bangsa yang malas dan bertindak biasa-biasa saja nasibnya juga akan biasa saja untuk tidak mengatakan mundur dan tidak berkembang.

Dengan keadaan yang tak mudah, perlu memikirkan cara-cara cerdas yang tidak biasa yang biasa dikenal dengan istilah out of the box. Yaitu berpikir dan berbuat diluar rata-rata orang perbuat. Artinya melakukan perbuatan atau solusi yang sebelumnya tidak pernah diperbuat atau bahkan dipikirkan orang lain. Dan selalu mengembangkan pola pikir yang berkembang. Seperti yang dilakukan para pendiri bangsa dulu.

Kalau bicara kreativitas, bangsa Indonesia ini sebenarnya tak kurang kepintarannya. Namun, ini tidak serta merta merubah keadaan bangsa. Bisa jadi sekarang ini sebagian besar elemen bangsa termasuk penguasa berbuat biasa-biasa saja. Wajar kalau hasilnya biasa-biasa saja.

Lebih bijak bila penguasa memikirkan dan membuat kebijakan yang tak biasa bukan sekadar menaikkan harga BBM yang sudah sering dan biasa dilakukkannya, padahal masih ada cara-cara yang tidak biasa. Misalnya secara serius mengembangkan energi alternatif seperti yang sudah dilakukan beberapa anak bangsa di negeri ini dengan tindakan yang cerdas dan tidak biasa.

Sudah saatnya kita mengembangkan pola berpikir dan berbuat positif yang keluar dari kebiasaan untuk mengubah nasib bangsa. Dan tentunya jangan mudah curiga bila ada anak bangsa yang berpikir dan berbuat keluar dari kebiasaan yang ada. Asal perbuatan itu positif, bisa jadi itulah alternatif buat bangsa yang ini.

0 komentar: