Selasa, 07 Oktober 2008

Berlomba Berbuat Kebaikan

MAU berbuat apa saja, itu memang menjadi hak kita masing-masing. Berbuat baik atau sebaliknya. Hanya saja, sama-sama berbuatnya, berbuat baik akan lebih menentramkan hati. Dan, setiap kita akan dituntut bertangungjawab atas perbuatan yang telah kita lakukan.

Di tengah kondisi seperti saat ini dan keadaan pemerintah yang menjalankan negara masih juga kurang beruntung (kesulitan) sehingga banyak tanggung jawab yang sebenarnya menjadi beban negara, menjadi beban rakyat, peran serta masyarakat sangatlah diperlukan. Menjadi bagian dari anggota masyarakat yang peduli tidak hanya menjelang masa-masa tertentu seperti kampanye atau saat pemilu tetapi harus sudah menjadi bagian dari rutinitas kita yang mendarah daging. Artinya, harus ada perasaan yang hilang dari diri kita, bila tidak ikut berbagi. Namun lebih baik apabila keinginan berbuat baik dan berbagi itu bukan menjadi ajang adu kesombongan atau pamer.

Untuk itu, pada hari Jumat 18 Juli 2008, kami di Surabaya di rumah Yatim Piatu Salafiyah Kedung Baruk, dan bersamaan di 83 tempat lainnya di Jawa Timur bersama-sama kader PAN yang lain kami mencanangkan gerakan Solidaritas Nasional menyantuni anak yatim. Kenapa anak yatim, karena agama telah memerintahkan kita untuk merawat dan mengasihi anak yatim. Bahkan kita dianggap mendustakan agama bila mensia-siakan anak yatim. Demikian juga sebenarnya negara juga telah menyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab negara.

Tujuan dari gerakan ini adalah Insya Allah bukan untuk pamer. Melainkan ingin menularkan virus kebaikan kepada masyarakat yang berpunya untuk lebih meningkatkan solidaritas kepada masyarakat yang kurang beruntung, seperti anak-anak yang tinggal di rumah yatim piatu.

Apabila kegiatan yang telah kami lakukan bersama PAN ini dicontoh dan bahkan diselenggarakan lebih besar lagi oleh partai lain, organisasi masyarakat, atau pribadi-pribadi dengan niatan yang tulus, saya justru ikut merasa bahagia dan senang, karena ikut memberikan inspirasi kebaikan kepada yang lain. Masing-masing partai akan berbagi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat masyarakat. Dan akhirnya yang mendapatkan untung dan manfaat adalah rakyat. Dengan demikian, hanya partai yang memberikan manfaat kepada masyarakatlah yang akan dipilih oleh masyarakat kelak.

Alangkah indahnya bila para pemimpin, pejabat, tokoh, politisi dan siapa saja berlomba-lomba membuat kebaikan untuk rakyat. Mari berfastabiqul khoirot untuk rakyat, karena Hidup adalah Perbuatan.

0 komentar: