PAK Eko, rakyat biasa dan bukan siapa-siapa. Dia tukang koran di perempatan lampu merah sudut kota Jogja. Ditengah keadaan yang berat dengan naiknya BBM, ia masih optimis. Ketika ditanya mengenai kenaikan BBM dan kondisi yang makin berat, “Dengan harga-harga yang naik seperti sekarang, berarti saya harus lebih rajin jualan, berangkat lebih pagi dan saya harus lebih kreatif lagi mencari nafkah, daripada mengeluh terus mas,” katanya.
Seharusnya kita bisa belajar dari Pak Eko. Isu kenaikan BBM yang belakangan ini menimbulkan keresahan masyarakat ternyata bukan sekedar isu, terbukti sudah walaupun sebelumnya pemimpin negeri ini sempat menjanjikan tidak akan menaikan harga BBM. Namun, kita tahu, pemerintah akhirnya menyerah pada keadaan dan setidaknya belum menemukan langkah solutif untuk mengatasi kenaikan harga minyak yang dampaknya semakin menyengsarakan rakyat.
Kenaikan harga BBM ini menjadi santapan empuk siapa saja, baik para politisi, aktivis, dan akademisi. Mereka ramai-ramai memberi komentar untuk menghabisi pemerintahan yang sedang berkuasa. Dulu para politisi yang pernah diberi wewenang untuk mengelola negeri ini pun berkomentar pedas, padahal ketika mereka berkuasa sama saja keadaannya untuk tidak mengatakan lebih buruk. Ternyata kita, bangsa Indonesia sekarang ini lebih pandai bicara daripada cakap berbuat. Padahal yang diperlukan ditengah kondisi seperti ini adalah perbuatan nyata, bukan wacana.
Seharusnya kita bisa belajar dari Pak Eko. Padahal jutaan rakyat seperti Pak Eko inilah yang mengalami dampak langsung dari kenaikan BBM dan kenaikan harga-harga kebutuhan dasar yang sudah tak terkontrol. Betapa hidupnya makin jauh dari kata sejahtera apalagi makmur. Semestinya para pemimpin dan politisi berterimakasih pada bangsa ini, karena mempunyai rakyat yang baik dan bijak. Meski kondisinya sulit rakyat tetap sabar dan nrimo. Sayangnya, penguasa dan para politisi sering melukai hati rakyat dengan kebijakan yang tidak pro rakyat.
Padahal rakyat Indonesia tak hanya baik tapi juga kreatif. Di Sulawesi, misalnya, seorang jenius mampu menjalanan motor berbahan bakar air. Sayangnya pemerintah tak cukup tanggap, mestinya bisa saja pemerintah membeli hak ciptanya dengan harga yang layak buat penemunya dan pemerintah mengembangkan temuan tersebut untuk kemakmuran rakyat. Sebenarnya dampak kenaikan BBM ini bisa saja diminimalisir bila pemerintah bijak dengan mengembangkan teknologi temuan anak bangsa. Rakyat saja, bisa bersikap bijak, mestinya pemerintah juga bisa membuat kebijakan dan kebajikan buat rakyatnya seperti Pak Eko dan jutaan Pak Eko yang lain.


0 komentar:
Posting Komentar