Selasa, 23 September 2008

Menyebarkan Energi Positif

“Bekerjalah dengan rajin untuk duniamu seakan engkau akan hidup selamanya dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk akheratmu seakan engkau akan mati esok.” Demikianlah, Umar bin Khattab pernah menyampaikan kata-kata bijak ini kepada para sahabatnya.

Kita dituntut untuk berprestasi di dunia dengan bekerja sebaik-baiknya, sehingga apa yang kita kerjakan sekarang tak hanya bisa kita nikmati saat ini saja, tapi juga bisa dinikmati anak cucu kita. Sejalan dengan itu, kita juga terus memperbaiki diri dengan memperbaiki perbuatan kita. Sehingga apabila, katakalah tiba-tiba Tuhan “memanggil”, kita telah siap dengan bekal perbuatan baik kita.

Dengan kondisi seperti saat ini, kita semua, bagian dari anak bangsa Indonesia selayaknya menyebarkan energi positif seperti yang dinasehatkan Umar. Masing-masing kita kosentrasi terhadap pekerjaan yang kita jalani, sekaligus memperbanyak ibadah untuk menguatkan hati.

Saat ini energi negatif begitu kuat melingkupi hidup kita. Sejak bangun tidur hingga tidur lagi, mayoritas berita yang kita baca, kita lihat, dan kita dengar adalah berita yang tidak baik tentang bangsa Indonesia maupun perilaku pejabat, politisi, maupun rakyatnya. Hal yang menyedihkan. Apabila setiap hari kita disuguhi berita semacam ini, betapa mencemaskannya perjalanan bangsa ini. Dengan cepat kita terpengaruh energi negatif tersebut. Sehingga menjadikan bangsa ini mandul produktivitas karena mengurus dan memikirkan hal-hal yang tidak produktif.

Kita terbiasa mengorek kejelekan dan kelemahan lawan, atau bahkan seorang kawan sekalipun. Senang kalau melihat orang lain susah dan susah kalau melihat orang lain senang. Sayangnya media yang ada banyak yang ikut berlomba-lomba memberitakan sesuatu yang kurang baik. Karena dianggap tidak keren kalau tidak memberitakan hal-hal yang spektakuler.

Misalnya; demokrasi yang telah dengan sukses kita jalankan di negeri ini, tiba-tiba harus ternoda dengan pemberitaan demonstrasi yang anarkis dan menakutkan. Kesuksesan demokrasi yang luar biasa kita capai tertutupi oleh sedikit tindakan anarkis, yang berkesan dan berdampak jauh lebih besar daripada kesuksesannya. Atau contoh yang lain, acara televisi yang lebih senang memberitakan perceraian artis daripada prestasinya. Makanya tak heran bila belakangan ini perceraian begitu mewabah dan biasa terjadi di masyarkat karena memang setiap hari kita disuguhi berita yang semacam ini.

Padahal bangsa ini masih memiliki anak-anak bangsa yang mempunyai prestasi dan berkerja dengan dedikasi tinggi. Akan lebih baik apabila media mampu menyajikan berita-berita yang positif tentang bangsa ini. Sehingga apa yang kita dengar, kita baca, dan kita lihat adalah sesuatu yang positif, dan kitapun akan dilingkupi energi positif.

Apabila setiap pribadi mempunyai energi positif dengan rasa optimis dan bekal mental yang sehat, serta menyebarkan dan menumbuhkannya dalam setiap anggota keluarganya dan terus berkembang ke masyarakatnya, persoalan bangsa ini sedikit demi sedikit akan teratasi. Saatnya kita bekerja dengan tekun dan ikhlas seperti kata Umar.

0 komentar: