Rabu, 26 November 2008

Nasehat untuk Putraku

inilah sebuah hari untuk mensyukuri,
yang semua laki-laki muslim akan menjalani,
memang kelihatannya ngeri
tapi, ini adalah ibadah yang dituntunkan nabi

bukan berarti melukai
bukan sekedar menjalankan tradisi
bukan pula untuk memamerkan harga diri
apalagi untuk menjadi laki-laki sejati

inilah hakikat dari sebuah amalan
amalan yang menuntut pengorbanan
pengorbanan yang menuntut perbuatan
perbuatan yang didasari keyakinan

keharusan bagi kita, orangtua
menunjukkan jalan kehidupan pada anaknya
sebuah jalan keabadian dari alam fana
yang menuntun langkah jejak ke surga

mengajarkan juga berbagai makna
makna kehidupan yang sebenarnya
membekali kehidupannya dengan cinta
untuk mencintai Allah dan kedua orangtuanya

Â
ada juga yang utama
mengajarkan anak pandai berdoa
untuk orangtuanya
karena itulah amal yang takkan sirna

bukan harta yang kita harapkan
hanya ketulusan doa yang ia panjatkan
doa anak itulah yang mampu meringankan
sekaligus menambah timbangan amalan

tepatlah bila alquran menyampaikannya
dalam sebuah nasehat luqman pada anaknya
rasanya nasehat ini cocok juga buat kita
simak nasehatnya:

wahai anakku
janganlah engkau menyekutukan tuhanmu
berbuat baiklah pada ibu bapakmu
dirikanlah shalat sebagai amalanmu
dan janganlah sombong menjadi perilakumu
sesungguhnya allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Ya, setuju. hidup adalah perbuatan. Maka berbuatlah sesuatu. Jangan pamrih dan jangan riya. Sebab pamrih dan riya membuat semua perbuatan betatapun mulianya, akan sia-sia terutama di mata Tuhan.

Lha, kalo pak Trisno ini gimana? begitu apa gak?